Sahabat Penulis Indonesia

Kisah Inspiratif Anak Bantaran Sungai dalam Buku Jokowi Dari Rakyat

: Sampul Buku Jokowi: Dari Rakyat dan Tetap Merakyat karya West Angga Tijaniy

Resensi buku yang merekam jejak Joko Widodo dari bantaran sungai Solo hingga ke Istana Negara.

Judul: Jokowi: Dari Rakyat dan Tetap Merakyat
Penulis: West Angga Tijaniy
Penerbit: C-KLIK Media (tersedia melalui Mizanstore)
Tahun Terbit: 2019
Tebal: 310 halaman
ISBN: 978-602-5992-27-8

RESENSI BUKU | Buku Jokowi: Dari Rakyat dan Tetap Merakyat karya West Angga Tijaniy hadir bukan sekadar sebagai catatan biografis tentang Presiden Joko Widodo, melainkan sebagai upaya membaca fenomena sosial-politik Indonesia pascareformasi melalui sosok yang lahir dari keluarga sederhana. Penulis menempatkan Jokowi bukan sebagai tokoh yang muncul dari trah politik besar, melainkan dari lingkungan rakyat biasa yang perlahan menembus struktur kekuasaan nasional.

West Angga Tijaniy memulai narasinya dari masa kecil Jokowi di Solo, ketika kehidupan keluarga masih jauh dari kata mapan. Kisah perpindahan tempat tinggal, perjuangan ekonomi orang tua, hingga pengalaman hidup di bantaran sungai disajikan dengan gaya tutur yang ringan dan mudah diikuti. Dari sini pembaca diajak memahami mengapa citra “merakyat” menjadi identitas politik yang terus melekat pada Jokowi hingga menjabat Presiden Republik Indonesia.

Bagian yang paling menarik adalah ketika penulis menggambarkan fase Jokowi sebagai pengusaha mebel. Di titik ini, buku berhasil menunjukkan bahwa kepemimpinan Jokowi tidak lahir secara instan dari dunia politik, melainkan ditempa oleh pengalaman bernegosiasi, menghadapi kegagalan usaha, dan membangun jaringan secara perlahan. Narasi ini memberi kesan bahwa keberhasilan politik Jokowi merupakan kelanjutan dari etos kerja yang telah terbentuk sejak muda.

Saat memasuki periode Jokowi sebagai Wali Kota Solo, buku menjadi lebih hidup. Penulis menghadirkan sejumlah kisah lapangan yang memperkuat citra kedekatan Jokowi dengan warga, termasuk cerita tentang blusukan dan interaksi langsung dengan masyarakat kecil. Salah satu kisah yang menonjol adalah tindakan Jokowi membantu warga yang sakit dan membawanya ke rumah sakit, sebuah episode yang digunakan penulis untuk menegaskan karakter empatik sang tokoh. Kisah-kisah seperti ini juga muncul dalam sinopsis resmi buku yang menekankan orientasi Jokowi pada kesejahteraan rakyat.

Fase kepemimpinan di DKI Jakarta digambarkan sebagai panggung nasional yang mengantarkan Jokowi menuju kursi presiden. Penulis menyoroti berbagai inisiatif pembangunan dan gaya komunikasi yang berbeda dari banyak politisi sebelumnya. Bahasa yang digunakan tidak terlalu akademis, sehingga buku ini lebih terasa sebagai biografi populer ketimbang kajian politik yang penuh teori.

Kekuatan utama buku ini terletak pada kemampuannya membangun narasi motivasional. Pembaca muda, mahasiswa, maupun masyarakat umum dapat menemukan pesan bahwa latar belakang sederhana bukan penghalang untuk mencapai posisi tertinggi dalam negara. Penulis tampak sengaja menonjolkan aspek perjuangan, kerja keras, dan konsistensi dalam menjaga kedekatan dengan rakyat.

Namun, sebagai sebuah biografi populer, buku ini juga memiliki keterbatasan. Penulis cenderung lebih banyak menampilkan sisi positif Jokowi dan belum memberi ruang yang cukup luas bagi kritik terhadap kebijakan-kebijakannya. Pembaca yang mencari analisis mendalam tentang kontroversi politik, dinamika koalisi, atau evaluasi objektif terhadap pemerintahan Jokowi mungkin akan merasa bagian tersebut kurang dieksplorasi. Buku ini lebih tepat dibaca sebagai potret inspiratif ketimbang biografi kritis.

Dari sisi struktur, alur cerita disusun kronologis sehingga mudah diikuti. Gaya bahasa yang komunikatif membuat buku setebal 310 halaman ini tidak terasa berat. Penulis juga berhasil menjaga ritme narasi dengan menyisipkan kisah-kisah personal di antara peristiwa politik yang lebih besar.

Secara keseluruhan, Jokowi: Dari Rakyat dan Tetap Merakyat adalah bacaan yang menarik bagi pembaca yang ingin memahami bagaimana seorang anak dari keluarga sederhana di Solo dapat menjadi presiden dan tetap mempertahankan citra kedekatannya dengan rakyat. Buku ini tidak hanya menceritakan perjalanan hidup Jokowi, tetapi juga merekam harapan sebagian masyarakat Indonesia terhadap lahirnya pemimpin yang berasal dari bawah dan tidak sepenuhnya terputus dari akar sosialnya setelah berada di puncak kekuasaan.

Bagi pembaca yang menyukai biografi tokoh nasional dengan pendekatan naratif dan inspiratif, karya West Angga Tijaniy layak masuk daftar bacaan. Sementara bagi pengamat politik, buku ini dapat menjadi pintu awal untuk memahami konstruksi citra “pemimpin rakyat” yang menjadi salah satu fenomena paling kuat dalam politik Indonesia modern. (ath)

 

Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
Channel Whatsapp Deal Channel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Are you human? Please solve:Captcha