Sahabat Penulis Indonesia

Resensi Buku Saudi Arabia Under Ibn Saud: Fondasi Ekonomi Negara Saudi

Buku sejarah Arab Saudi karya J.E. Peterson

Judul: Saudi Arabia Under Ibn Saud: Economic and Financial Foundations of the State
Penulis: J.E. Peterson
Penerbit: Bloomsbury Publishing (I.B. Tauris)
Tahun Terbit: 2018
Tebal: 304 halaman
ISBN: 9781784539009

RESENSI BUKU | Buku Saudi Arabia Under Ibn Saud karya J. E. Peterson merupakan salah satu kajian penting yang membahas sejarah lahirnya Kerajaan Arab Saudi modern di bawah kepemimpinan Raja Abdul Aziz Ibn Saud. Berbeda dengan banyak tulisan sejarah Timur Tengah yang umumnya berfokus pada perebutan kekuasaan dan ekspansi wilayah, buku ini justru menyoroti sisi yang sering luput dari perhatian, yakni bagaimana fondasi ekonomi dan keuangan menjadi penopang utama berdirinya negara Saudi.

Penulis mengajak pembaca melihat bahwa ketika Kerajaan Arab Saudi resmi berdiri pada tahun 1932, kondisi negara saat itu masih sangat rapuh. Persoalan keuangan, konflik antarsuku, ketidakstabilan politik, hingga keterbatasan sumber pendapatan menjadi tantangan besar bagi pemerintahan baru tersebut. Ibn Saud memang dikenal sebagai pemimpin yang berhasil menyatukan wilayah-wilayah yang sebelumnya terpecah, namun dalam urusan administrasi keuangan, ia lebih banyak bergantung pada Abdullah al-Sulayman al-Hamdan, tokoh yang kemudian berperan besar dalam membangun sistem keuangan negara.

Salah satu kekuatan utama buku ini terletak pada pembahasannya mengenai dominasi Kementerian Keuangan pada masa awal kerajaan. Lembaga ini tidak hanya bertugas mengatur pemasukan dan pengeluaran negara, tetapi juga menangani berbagai sektor penting seperti pertahanan, transportasi, penyelenggaraan haji, pertambangan, kelistrikan, air, hingga hubungan ekonomi dengan pihak asing. Peterson menunjukkan bahwa peran Abdullah al-Sulayman sangat sentral dalam menjaga keberlangsungan negara, terutama sebelum pendapatan minyak benar-benar menjadi sumber utama kekayaan Saudi.

Buku ini juga mengulas secara rinci tentang konsesi minyak tahun 1933, yang menjadi awal masuknya perusahaan minyak Amerika ke Arab Saudi. Dari peristiwa inilah hubungan antara kerajaan Saudi dan ARAMCO mulai terbentuk. Menariknya, Peterson menegaskan bahwa penemuan minyak tidak serta-merta membuat Saudi langsung makmur. Pada masa awal, negara tetap menghadapi tekanan ekonomi yang cukup berat, bahkan sempat mengalami kesulitan fiskal serius pada masa Perang Dunia II. Bantuan dari Inggris dan kemudian Amerika Serikat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan saat itu.

Bagian lain yang sangat menarik adalah pembahasan mengenai pertemuan bersejarah antara Raja Abdul Aziz dan Presiden Franklin D. Roosevelt pada tahun 1945. Pertemuan tersebut menjadi titik awal hubungan strategis antara Arab Saudi dan Amerika Serikat yang kemudian berkembang sangat kuat hingga hari ini. Dari sini terlihat bahwa hubungan energi, diplomasi, dan politik internasional mulai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan Saudi modern.

Secara akademik, buku ini memiliki kekuatan besar karena ditulis berdasarkan penelitian arsip yang mendalam dan data yang rinci. Peterson tidak hanya menyusun narasi sejarah, tetapi juga membangun analisis tentang bagaimana sebuah negara modern dibentuk melalui tata kelola fiskal, pengendalian anggaran, dan kebijakan ekonomi yang terstruktur. Hal ini membuat buku ini sangat relevan bagi mahasiswa sejarah, ilmu politik, hubungan internasional, maupun hukum tata negara.

Meski demikian, buku ini bukan bacaan ringan untuk semua kalangan. Gaya penulisannya cukup serius dan padat, dengan banyak pembahasan administratif yang membutuhkan perhatian lebih dari pembaca. Istilah-istilah birokrasi dan uraian ekonomi yang detail membuat buku ini lebih cocok untuk kalangan akademisi, peneliti, atau mahasiswa tingkat lanjut dibandingkan dengan pembaca umum.

Namun, justru di situlah letak nilai pentingnya. Buku ini berhasil mematahkan anggapan sederhana bahwa kejayaan Arab Saudi hanya lahir karena kekayaan minyak. Peterson menunjukkan bahwa sebelum minyak menjadi tulang punggung ekonomi, sudah ada proses panjang dalam membangun sistem negara yang kuat melalui manajemen keuangan yang disiplin, birokrasi yang efektif, dan strategi hubungan luar negeri yang matang.

Secara keseluruhan, Saudi Arabia Under Ibn Saud merupakan karya yang sangat berharga dalam studi sejarah Timur Tengah modern. Buku ini tidak hanya menjelaskan perjalanan lahirnya Arab Saudi sebagai sebuah kerajaan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sebuah negara dapat bertahan dari keterbatasan menuju kekuatan besar di panggung dunia.

Bagi siapa saja yang ingin memahami akar kekuatan Arab Saudi saat ini, buku ini layak menjadi salah satu referensi utama. (ath)

 

Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
https://whatsapp.com/channel/0029VaFToFG8kyyGpriTkR0G

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *