Sahabat Penulis Indonesia

Menguak Jejak Negeri Dua Kota Suci: Resensi Buku Sejarah Arab Saudi Karya Dr. Abdul Rahman Haji Abdullah

Oleh: Alim Thonthowi

Bagaimana sebuah kerajaan padang pasir berkembang menjadi salah satu kekuatan politik dan spiritual paling berpengaruh di dunia Islam? Pertanyaan ini menjadi benang merah dalam buku “Sejarah Arab Saudi” karya Dr. Abdul Rahman Haji Abdullah, yang diterbitkan oleh Hijjaz Record Publishing. Melalui pendekatan ilmiah yang sistematis dan narasi yang menggugah, buku ini menjadi panduan penting untuk memahami dinamika politik, sosial, dan keagamaan Arab Saudi dari masa pra-Islam hingga era modern.

Isi dan Struktur Buku

Buku ini disusun dalam beberapa bab kronologis, dimulai dari fase awal masyarakat Arab sebelum datangnya Islam, kemudian masuk ke era dakwah Nabi Muhammad SAW, masa Khulafaur Rasyidin, hingga fase-fase kritis yang melatarbelakangi lahirnya negara Arab Saudi modern.

Fokus utama buku ini tertuju pada tiga fase penting pembentukan Arab Saudi:

  1. Fase Emirat Dir’iyah (1744–1818) – Awal mula koalisi antara Muhammad bin Saud dan Muhammad bin Abdul Wahhab yang menandai lahirnya gerakan Wahhabiyah dan upaya pertama penyatuan Jazirah Arab.
  2. Fase Emirat Nejd Kedua (1824–1891) – Kebangkitan kembali setelah kejatuhan Dir’iyah, namun disusul dengan konflik internal dan tekanan eksternal dari Kesultanan Utsmani.
  3. Fase Kerajaan Arab Saudi (1932–sekarang) – Didirikan oleh Abdulaziz bin Saud, fase ini ditandai oleh unifikasi wilayah, eksploitasi minyak, serta modernisasi yang tetap berlandaskan legitimasi keagamaan.

Dr. Abdul Rahman dengan cermat menelusuri bagaimana peran gerakan keagamaan, suku-suku lokal, kolonialisme Inggris, serta dinamika Timur Tengah berperan dalam membentuk wajah Arab Saudi saat ini.

Kekuatan Buku

Salah satu keunggulan buku ini adalah kemampuannya menggabungkan historiografi Barat dan Timur dalam analisis sejarah. Dr. Abdul Rahman tidak hanya mengandalkan sumber-sumber primer Arab, tetapi juga merujuk pada karya-karya orientalis dan dokumen kolonial, menjadikannya referensi akademik yang kuat.

Selain itu, penulis menunjukkan kecermatan dalam menggambarkan peran ideologi Wahhabi bukan sekadar sebagai gerakan keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen politik dan legitimasi kekuasaan kerajaan. Buku ini juga mengulas bagaimana Arab Saudi memosisikan diri dalam konteks geopolitik modern—mulai dari konflik Palestina, hubungan dengan Amerika Serikat, hingga pengaruhnya dalam dunia Islam kontemporer.

Kritik dan Catatan

Meski padat dengan informasi, gaya penulisan buku ini kadang terkesan akademis dan mungkin menantang bagi pembaca awam. Beberapa bagian sejarah juga ditulis dengan narasi yang lebih bersifat deskriptif ketimbang analitis, meskipun hal itu dapat dimaklumi mengingat target utamanya adalah pembaca sejarah serius.

Akan lebih menarik jika buku ini menyajikan pula kajian khusus tentang peran perempuan, perubahan sosial dalam masyarakat Saudi modern, dan pengaruh globalisasi terhadap konservatisme tradisional Saudi.

Kesimpulan

“Sejarah Arab Saudi” karya Dr. Abdul Rahman Haji Abdullah adalah buku penting bagi siapa pun yang ingin memahami sejarah panjang dan kompleks negeri yang menjadi penjaga dua kota suci umat Islam. Dengan riset mendalam dan pendekatan historis yang jujur, buku ini menyajikan gambaran utuh tentang bagaimana kekuasaan, agama, dan identitas nasional dirajut dalam jalinan sejarah Arab Saudi.

Rekomendasi: Cocok bagi mahasiswa sejarah, politik Islam, peneliti hubungan internasional, serta pembaca umum yang ingin memahami dinamika Timur Tengah dengan cara yang terstruktur dan mendalam. (ath)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *