Sahabat Penulis Indonesia

Bali Enchanted Isle – Bali yang Mempesona: Membaca Bali dari Mata Jurnalis Barat Era Kolonial

Buku Bali Enchanted Isle: Bali yang Mempesona – Petualangan Jurnalis Barat dari Era Kolonial karya Helen Eva Yates, terbitan IRCISOD

Buku Bali Enchanted Isle: Bali yang Mempesona – Petualangan Jurnalis Barat dari Era Kolonial karya Helen Eva Yates, terbitan IRCISOD, menghadirkan potret Bali melalui sudut pandang seorang jurnalis Barat yang menyaksikan pulau ini pada masa kolonial. Karya ini bukan sekadar catatan perjalanan, melainkan rekaman sejarah kultural yang merekam Bali sebelum modernitas pariwisata mengubah wajahnya secara drastis.

Helen Eva Yates menulis Bali dengan rasa takjub yang kuat. Pulau ini digambarkan sebagai ruang eksotis yang sarat ritual, seni, dan spiritualitas, jauh dari hiruk-pikuk dunia Barat pada masanya. Melalui gaya bertutur jurnalistik yang naratif dan reflektif, Yates membawa pembaca menyusuri desa-desa Bali, upacara keagamaan, sistem sosial, hingga relasi masyarakat lokal dengan alam. Bali tampil sebagai “pulau terpesona” yang hidup dalam harmoni antara manusia, tradisi, dan kosmos.

Keunggulan utama buku ini terletak pada kekuatan observasi. Sebagai jurnalis, Yates mencatat detail keseharian dengan ketelitian khas laporan lapangan: aroma dupa di pura, irama gamelan, gerak tari sakral, hingga ekspresi masyarakat Bali dalam menyambut orang asing. Catatan-catatan tersebut memberikan gambaran autentik tentang Bali pada masa ketika budaya lokal masih relatif terjaga dari komodifikasi pariwisata. Pembaca seolah diajak menyaksikan Bali dalam kondisi “pra-industri wisata”.

Namun, sebagai karya yang lahir dari perspektif Barat era kolonial, buku ini juga memuat bias orientalis yang patut dibaca secara kritis. Kekaguman Yates terhadap Bali kerap dibingkai dalam romantisasi Timur—melihat masyarakat lokal sebagai “alami”, “sederhana”, dan “mistis”. Meski tidak bernada merendahkan, sudut pandang ini mencerminkan cara pandang zamannya, di mana dunia Timur sering diposisikan sebagai objek kekaguman sekaligus eksotisme. Di sinilah nilai akademik buku ini muncul: ia bukan hanya menceritakan Bali, tetapi juga memperlihatkan bagaimana Barat memandang Bali pada era kolonial.

Penerbit IRCISOD menghadirkan buku ini sebagai upaya penting untuk membuka kembali arsip narasi kolonial tentang Nusantara. Terjemahan dan penyajiannya memungkinkan pembaca Indonesia merefleksikan sejarah representasi Bali—bagaimana identitas budaya Bali dibentuk, dibaca, dan kemudian diwariskan ke dunia internasional. Buku ini menjadi jembatan antara sejarah, jurnalisme, dan kajian budaya.

Secara keseluruhan, Bali Enchanted Isle – Bali yang Mempesona layak dibaca oleh pemerhati sejarah, budaya, pariwisata, dan jurnalisme. Ia menawarkan kisah perjalanan yang memikat sekaligus bahan renungan kritis tentang warisan kolonial dalam membingkai keindahan Bali. Buku ini mengingatkan bahwa pesona Bali tidak hanya hidup dalam lanskap dan ritualnya, tetapi juga dalam cerita-cerita yang ditulis tentangnya—cerita yang perlu dibaca dengan kekaguman sekaligus kewaspadaan intelektual. (ath)

 

Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
https://whatsapp.com/channel/0029VaFToFG8kyyGpriTkR0G

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *